9 Ikan yang Bisa Dipelihara Tanpa Aerator

Nakama Aquatics – Hari gini manusia memang maunya sesuatu yang praktis. Mau makan sekarang udah bisa dianter lewat ojek online, mau beli pulsa bisa lewat mbanking, sampe mau belanja sayur udah juga bisa pake ojek online. Semua butuh sebuah kepraktisan dimana kamu gak harus untuk sesuatu yang berbelit dan ribet, begitu juga dengan memelihara ikan.

Melihara ikan umumnya cukup menyita waktu dengan proses perawatannya yang juga jauh dari kata praktis. Walau semua peralatan dan pernak perniknya udah gampang kamu dapetin di toko ikan terdekat, tapi kan menyiapkan agar filterasi tankmu berjalan dengan baik ya butuh fokus dan tenaga yang gak sedikit. Apalagi kalo kamu pelihara ikan ikan yang harus banget hidup dengan filtrasi, pasti kamu harus selalu siap untuk ganti air, mengamati ikan yang bermasalah sampe masang aerator.

Banyak dari kamu pasti saat ini punya kegiatan yang susah buat ditinggal kaya kerjaan atau sekolah. Kegiatan tersebut pasti udah menyita banyak waktumu sehari hari, mana sempet untuk nguras dan mantau tank ikanmu? Belum lagi kadang kalo ga dipantau dan isi penghuninya banyak, bom amoniak bisa mendadak meledak dan membunuh ikan ikanmu.

Nah kamu yang males banget ribet opsi paling tepatnya adalah ya pelihara ikan yang bisa hidup dan dipelihara tanpa aerator. Loh emang ada?

Nyatanya emang ada ikan ikan kuat yang gak perlu aerator untuk bertahan hidup. Udah pasti tipe ikan kaya gini adalah ikan yang tepat untuk para pemula yang baru mau nyoba untuk pelihara ikan. Karena ya lebih baik mulai dari yang praktis daripada langsung ke ikan ikan yang butuh perawatan sulit.

Melihara ikan ikan ini keuntungannya ibarat nyicil barang dengan bunga 0%, karena selain ikannya bagus, eksotis dan punya daya terik lebih, kamu juga gaperlu mantau tanknya secara rutin tiap jam.

Dan paling penting padalah terbebasnya kamu dari belenggu ketakutan ‘listrik mati’. Para pecinta koi, koki, dan ikan lain yang butuh aeraror pasti bakak ketar ketir pas listrik rumahmu lagi mati.

Karena kalo listrik mati dan kamu gak punya aerator yang pake batere, otomatis mesin filtermu jadi mati, kalo hal itu terjadi resikonya bisa fatal banget karena ikanmu bisa aja megap megap nyari oksigen dan apesnya bisa pada mati. Gak mau kan kejadian kaya gitu mampir ke hidupmu?

Jadi opsi paling mutakhir adalah pelihara ikan yang bisa hidup tanpa aerator, jadi kalo mati listrik kamu gak perlu degdegan sambil keringetan mikirin nasib ikanmu.

Ada beberapa jenis ikan yang bisa hidup tanpa aerator dan udah akrab jadi hewan peliharaan. Dapetin mereka juga bukanlah hal yang sulit karena mereka tersedia hampir di semua tukang ikan. Siapa aja ya? Nih aku kasih profil 9 ikan yang bisa hidup tanpa aerator.

1. Toman (Channa Micropeltes)

Toman adalah tokyo manji. Eh bukan, ini lagi ngomong Toman versi ikan bukan geng Tokyo Revengers hahaha.

Toman termasuk dalam genus channidae dan masuk keluarga Channa atau bahasa umumya adalah Ikan Gabus. Mereka emang di design sedemikian rupa supaya jadi predator ganas di alamnya. Badannya kaya roket, kepalanya besar, mulutnya juga gede dengan barisan gigi runcing yang siap menggigit apapun yang mengganggu atau menarik pehatiannya untuk dimakan.

Selain kelakuannya yang amit amit galaknya, Toman juga punya bentuk fisik yang rupawan. Warnanya bisa bermutasi menjadi ungu, biru atau hijau pas gede. Semua terganung pengaruh gen si ikannya ya. Ikan ini dijuluki sebagai giant snakehead karena ukurannya yang bisa gede banget, maksimal mungkin lebih gede dari ukuran kaki orang dewasa karena mereka bisa tumbuh besar sampe 1,5 meter. Beneran monster sungai kan?

Tapi Toman juga udah sering dijadiin ikan peliharaan karena pesona fisik dan kegalakannya. Tapi kamu harus siapin tank berukuran besar dengan kaca yang tebal, karena ni ikan punya kekuatan yang gede. Badan mereka yang padet dan kepala besar nan keras bisa aja mendobrak tankmu. Akibatnya ya bisa pecah dan rumahmu jadi becek semua. Udah banyak kasus dimana keepers Toman yang tanknya pecah karena ulah preman ikannya.

Ukuran tank yang pas minimal 1 meter untuk 1 ekor ekan, biar dia bisa tumbuh maksimal. Karena Toman termasuk spesies Channa mereka punya sifat teritorial, jadi lebih baik keep mereka sendirian biar mutasi warnanya makin manteb dan mental tetep bisa senggol bacok.

Sebagai keluarga Channa, Toman udah pasti bisa hidup tanpa aerator. Karena mereka bernafas memakai sistem pernafasan berbentuk labirin yang memungkinkan mereka untuk mengambil nafas ke udara dan bisa bertahan lumayan lama di daratan.

Kekuatan ini yang bikin jenis jenis snakehead menjadi ikan syeram yang kuat dan digdaya.

2. Cupang

Ini adalah jenis ikan yang naik daun pas awal awal pandemi, karena semua orang bingung mau ngapain dan emang popularitas ikan ini pas banget lagi nanjak sebelum pemerintah nyuruh kamu buat dirumah aja.

Cupang emang udah beken jadi ikan peliharaan dari generasi ke generasi. Walau tren mereka bisa dibilang naik turun tapi Cupang gak pernah bener bener ilang dari pasar. Fans ikan ini tetap terus ada dan setia. Apalagi sekarang makin banyak jenis baru yang warnanya juga bagus bagus.

Memelihara Cupang pas banget buat kamu yang masih pemula dalam hal memelihara ikan. Pasalnya Cupang bukanlah ikan yang suka ngerepotin karena mereka bisa aja hidup di dalam toples kecil. Tapi aku nganjurin sih jangan begitu ya, kalo kamu bisa nyiapin tank kecil dengan dekorasi maksimal pastinya bakalan jadi visual yang cantik juga di ruanganmu.

Kamu bisa beli tank kecil dengan ukuran 30x20x30 yang didekorasi dengan set yang simple. Cukup kasih pasir sebagai substrate, bebatuan, satu batang kayu dan beberapa tanaman air. Kalo mau bikin makin natural kamu bisa masukin ekstrak air ketapang.

Cupang suka banget makan cacing beku, artemia, pelet dan anakan nyamuk atau encuk. Kalo buat jenisnya kamu bisa memilih yang cocok dan menyita perhatianmu aja, karena banyak banget jenisnya haha.

Rekomendasi aku kalo kamu suka yang rada besar dan beda, kamu bisa pelihara jenis Wild Bettas.

Sama kaya Channa, Cupang juga punya ilmu bisa bernafas dengan cara mengambil udara diatas permukaan air. Mereka masuk kedalam kategori ikan anabantoid yaitu punya sistem pernafasan berbentuk labirin.

3. Alligator Gar

Buaya apa ikan? Ikan apa buaya? Ikan kok mulutnya kaya buaya? Tapi kok kakinya gak ada? Aneh tapi nyata, tapi emang beneran nyata, ah ngomong apasih aku? Haha..

Tapi itu adalah pikiran yang muncul saat aku pertama kali liat ikan ini, dulu pas aku masih kecil. Di pasar deket rumah aku ngeliat ada ikan bermoncong panjang, badannya juga panjang, mukanya rada serem dan keliatan banget giginya runcing. Sebagai anak kecil yang belum tahu menahu soal ikan, penemuan ini sangatlah bikin aku heran. Ternyata ikan itu adalah Aligator Gar.

Ikan asal Amerika Serikat ini udah harum namanya sebagai ikan predator yang sering jadi penghuni kolam kolam besar para pecinta ikan predator.

Mereka termasuk jenis ikan yang bisa jadi segede gaban. Beneran loh haha. Soalnya mereka bisa tumbuh sampe 3 meter. Kalo kaya gitu artinya Aligator Gar bisa jadi lebih gede dari Gaban hahaha..

Ikan ini lebih suka berenang di area atas dan rada jarang kebawah. Pas mereka tumbuh dewasa di alam liar aja ikan ini mulai lebih suka mendekam didasar danau atau sungai. Walau tampangnya serem dan badannya gede, Aligator Gar bukanlah ikan yang berbahaya buat manusia. Jeremy Wade pembawa acara River Monster pernah nekat berenang sama beberapa ekor Aligator Gar di habitat aslinya yang ukurannya juga besar besar.

Tapi setiap Jeremy mendekat, ikan ikan ini malah lebih milih buat cabut daripada nyerang dia. Tandanya Aligator Gar menganggap manusia sebagai ancaman bukan mangsa, makanya mereka mending kabur aja daripada ngeladenin kita.

Walau gak ngincer manusia sebagai mangsa tapi ya kalo digigit mereka bakalan sakit juga sih. Giginya banyak dan tajem tajem. Jadi jangan sampe kamu bikin Aligator Gar mu jadi khilaf ya hahahaha.

Karena ikan ini adalah ikan yang besar emang paling pas kalo kamu taro di kolam. Kolamnya ya minimal panjang 2 meter dan lebar 1 meter deh. Disitu kamu bisa kasih makan dia dengan ikan hidup, udang atau potongan ikan laut. Jangan pernah kasih hati atau daging sapi ya karena lemaknya gak bagus buat ikan.

Aligator Gar punya kemampuan unik juga dalam hal pernafasan, karena mereka punya organ nafas kuno yang membuat mereka bisa bertahan hidup di kondisi air yang sedikit. Makanya mereka lebih suka berenang diatas karena dengan cara itu ikan ini bisa dengan mudah untuk ngambil nafas.

4. Gurame Sabah

Gurame sekarang gak cuma ngetop jadi ikan konsumsi loh. Karena mereka mudah dipelihara dan makannya ga ribet, banyak juga yang menjadikan ikan ini sebagai hewan peliharaan. Awalnya pasti bakal banyak yang nanya kenapa jadiin Gurame sebagai hewan peliharaan? Udah jelas bentuknya biasa aja dan ya mana keren sih?

Wets, anggapan itu juga yang menimpa para pecinta Channa dulu karena sering diledekin kalo mereka melihara ikan gabus yang biasanya dimakan, tapi nyatanya sekarang buanyak banget orang yang kepincut sama Channa.

Gurame yang ngetop dijadiin hewan peliharaan adalah Gurame Sabah. Ciri mereka adalah warnanya yang menawan dengan strip merah disiripnya. Gak heran kalo banyak yang jatuh cinta sama ikan ini.

Selain keren, ikan ini juga termasuk ikan akamsi atau anak kampung sini alias ada di Indonesia, kampung halaman kita semua hahahaha. Mereka juga tersebar di Malaysia, jadi cuma di dua negara ini aja, negara lain gak punya.

Makanan mereka juga gak neko neko karena Gurame umumnya adalah ikan omnivora yaitu makan apa aja hayuk. Kamu bisa kasih makan mereka dengan sayuran, pelet, cabek, dan ikan ikan kecil. Tapi Gurame Sabah suka banget makan daun, jadi kamu bisa ngasih mereka daun singkong dan daun pepaya juga.

Mirip yak sama kamu yang suka lalapan?

Ikan ini juga termasuk ikan yang ngambil nafasnya ke udara. Mereka akan berenang di area tengah dan atas tank/kolam dan sesekali ngambil nafas ke udara kalo udah mulai sesek haha. Jadi Gurame Sabah bakalan aman banget dipelihara tanpa aerator.

5. Channa Maru

Channa emang banyak jenisnya. Selain Toman ada lagi nih jenis gabus lain yang gak kalah mempesona yaitu Channa Maru.

Channa Maruliodes sekarang menjad ikan gabus paling ngetop di saentero Indonesia karena banyaknya orang yang melihara mereka dan ya banyak juga kontes kontes yang mempertandingkan ikan ini diadakan di hampir seluruh kota besar di negeri ini dalam setiap bulan.

Warna dan motif badannya ituloh yang bikin banyak orang kesengsem sama keindahan fisik ikan ini. Dia aku yakin bakal jadi teman yang asik buat kamu dirumah.

Maru gak segalak Toman, walau secara fisik mereka masih rada rada mirip cuma Maru masih ya kalo kayak orang masih bisa diajak ngobrol deh. Walau sifat premanismenya tetap ada, tapi Channa Maru bisa dilatih menjadi ikan yang cukup jinak dan interaktif.

Kamu bisa mainin mereka pake tangan atau kaca untuk menancing dia biar ngikutin kemana tanganmu bergerak. Dia akan ngira tanganmu sebagai musuh atau makanan, karena sifat ikan ini yang teritorial dia pasti ga akan suka kalo ada penganggu yang masuk ke wilayah kekuasaannya. Maka dari itu dia akan terus ngerespon gerak tanganmu.

Selain responsif kamu juga bisa ‘ngeprogress’ ikan ini agar bisa mendapat mutasi warna yang maksimal. Para pecinta Maru menjadikan aspek mutasi warna dan bunga sebagai sebuah hal yang sangat penting dalam melihara Maru.

Aspek ini juga yang dihitung sebagai poin dalam penilaian juri di kontes kontes.

Channa Maru bisa banget untuk hidup tanpa aerator, karena semua Channa punya alat pernafasan yang sama yaitu labirin tadi. Labirin ini menjadi paru paru mereka untuk bernafas.

6. Lungfish

Ini adalah ‘suhu’ diantara para ikan yang bisa hidup tanpa aerator karena ilmu mereka emang paling sakti hahahaha.

Lungfish punya skill dewa dalam hal bernafas diluar air. Mereka bisa hidup di dalam tanah tanpa air selama lebih dari 3 tahun. Karena di Afrika sana musim hujan gak dateng tiba tiba, makanya disana danau yang tadinya subur dan banyak air bisa aja jadi kering kerontang. Hal ini membuat Lungfish mesti ngungsi ke dalam tanah, karena ya airnya sama sekali gak ada. Kalo ikan lain terpaksa mati karena nihilnya volume air disana, Lungfish mah masih tenang tenang aja. Kaya yang aku bilang tadi mereka bisa ‘berhibernasi’ selama paling lama 3 tahun diluar air. Caranya mereka akan ngeluarin busa yang akan ngebungkus badannya kaya kepompong. Dalam keadaan inilah mereka bobok selama bertahun tahun. Pas mereka tau musim hujan udah dateng dan air udah memenuhi daratan, baru deh mereka keluar dan eksis lagi sebagai penghuni danau.

Bentuk mereka lumayan aneh karena mirip belut yang punya sirip panjang mirip akar di badannya. Sirip ini gunanya untuk berjalan di dasar danau, karena mereka bukanlah perenang area tengah. Lungfish sendiri punya dua jenis yaitu yang di Afrika dan Australia. Ciri diatas adalah ciri Lungfish asal Afrika yang biasa dijual di pasaran dengan nama Marble Lungfish. Kalo yang asal Australia udah bener bener dilindungi karena populasinya udah sangat sedikit.

Ngeimport ikan ini udah dilarang dan kalo misal nekat hukumannya bisa gede banget.

Perbedaan mencolok adalah Lungfish asal Australia punya sirip kaya ikan dan mereka gak semales sodaranya yang asal Afrika. Karena punya sirip dayung jadinya mereka lebih aktif untuk berenang ditengah bahkan keatas. Dan katanya sifat Lungfish dari Australia juga sangat responsif, dia suka dibelai dan dielus haha.

Pakan yang bagus buat mereka adalah udang, cacing dan keong, tapi Lungfish juga terkadang suka makan daun dan pelet. Jadi mereka bisa dibilang omnivora.

Kesaktian Lungfish dihasilkan oleh paru paru yang dia miliki. Lewat paru paru ini Lungfish bisa bernafas diluar air dalam jangka yang lama. So udah pasti dia bakal aman banget dipelihara tanpa aerator hehe.

Ikan ekotis ini biasa dibandrol di harga minimal 750 ribu dan statusnya masih sebagai ikan import.

7. Channa Andrao

Kalo tadi dua Channa yang dibahas adalah berukuran besar, nah yang ini cocok banget buat kamu yang pengen pelihara Channa di aquarium yang kecil.

Sekarang kayanya orang orang lebih milih untuk memelihara ikan dalam lahan yang sempit, makanya itu Channa Andrao adalah pilihan yang bagus. Walau berukuran kecil tapi pesona mereka sangatlah indah.

Channa Andrao adalah ikan yang termasuk keluarga Channidae asal India. Mereka dibawa ke Indonesia sebagai ikan import, tapi banyak yang akhirnya cinlok disini dan beranak pinak, makanya harga Andrao sekarang udah cukup terjangkau daripada dulu pas pertama mereka masuk kesini.

Kamu bisa siapin tank ukuran 40x30x40 untuk melihara dia, karena ukuran Andrao maksimal hanya 15-20cm, itu juga jarang ada yang sampe segitu kalo dipelihara di dalam tank. Paling ukuran maksimal kalo kamu pelihara dari kecil ya 15cm.

Warna mereka cenderung gelap dengan motif merah yang tersebar di badannya. Siripnya berwarna biru gelap yang bakalan keliatan eksotis kalo kena pantulan cahaya.

Selain itu walau kecil mental Andrao lumayan garang loh. Sebagai ikan predator dia akan mati matian mempertahankan wilayahnya dari ancaman luar, jadi kalo dia udah nganggep tank tempat tinggalnya sebagai daerah kekuasaannya dia gak ragu untuk nyerang tangan kamu.

Channa mau kecil atau besar sifatnya sama sama senggol bacok haha.

Andrao lebih baik kamu pelihara sendiri karena sifatnya yang emang doyan ribut, kalo misal kamu kasih dia temen nanti dia bisa gak galak dan jadi terlalu bersahabat atau malah jadi galak banget dan temennya bakalan babak belur. Jadi emang lebih baik memelihara ikan soliter sebagai ikan soliter, yaitu sendirian.

Kamu bisa kasih dekorasi seperti bebatuan, kayu dan tanaman air biar Andrao mu berasa nyaman dan chill haha.

Pakan kedoyanan mereka adalah cacing, cabek, ulat hongkong dan pelet.

8. Oscar

Ini ikan juga selevel sama Cupang sebagai ikan hias lintas generasi. Karena aku dulu masih inget pakdeku melihara ikan ini dari kecil sampe sebesar telapak tangan dan sampe sekarang Oscar masih dijadikan pilihan sebagai ikan hias bagi banyak orang.

Selain warnanya yang macem macem, pattern dibadannya juga menjadi daya tarik tersendiri.

Oscar masih sodaraan sama Louhan dan PBass karena mereka semua sama sama masuk ke keluar besar Cichlid. Kalo Louhan adalah ‘bikinan’ manusia, Oscar emang beneran ada di alam liar, tepatnya di Sungai Amazon, Amerika Selatan.

Enaknya melihara ikan asal Amerika Selatan adalah mereka gak akan rewel soal suhu air, karena disana iklimnya hampir mirip dengan Indonesia otomatis suhu airnya juga mirip. Oscar butuh suhu 25-27┬░celcius.

Ikan ini juga sering dipelihara dalam koloni atau bahasa kerennya di tankmate dengan ikan lain yang berbeda jenis. Oscar bisa adem ayem berdampingan dengan ikan lain, walau mulutnya yang besar bisa aja kadang berbuat usil ke tetangga tetangganya.

Banyak orang yang punya pengalaman melihara Oscar tanpa filterasi dan aerator dan hasilnya Oscar peliharaan mereka tetap bisa hidup. Tandanya ikan ini bisa bertahan di dalam air yang punya kadar oksigen rendah. Namun syarat utamanya adalah dekorasi tank gak bisa terlalu padat dan jangan dicampur ikan lain. Karena tanpa filterasi aliran oksigen di dalam air pasti menipis. Jadi kalo oksigennya dikit dan dikonsumsi secara berebutan oleh beberapa ekor ikan hasilnya ya pasti bakalan sesek nafas semua.

Jadi kesimpulannya Oscar bisa aja hidup tanpa aerator asal sendirian dan dekorasi tanknya gak rame.

9. Palmas

Ikan Naga ini juga bakalan jadi peliharaan yang eksotis. Bentuknya panjang, punya sirip, ada sungut di mukanya dan bentuk mukanya sekilas emang rada mirip kadal. Gak salah kalo banyak orang menjuluki ikan ini sebagai Ikan Naga. Karena Naga kan Reptil, terus muka Palmas mirip Kadal yang mana juga termasuk reptil. Jadi..

Ah mulai ngelantur deh aku hahaha.

Palmas berasal dari perairan Afrika yang emang selalu jadi gudangnya ikan ikan eksotis berbentuk aneh. Lungfish juga berasal dari Afrika.

Ikan ini adalah perenang dasar atau bottomfeeder. Ikan yang bentuk badannya memanjang biasanya emang punya peran sebagai bottomfeeder karena mereka bakalan kerepotan kalo berenang di tengah. Palma emang pas banget dijuluki sebagai Naga Air Tawar karena kelakuan dan cara mereka berenang.

Kerjaan mereka adalah santuy didasar tank sambil nunggu dikasih makan. Tapi misal kamu kasih makan dia pake pakan hidup kaya cacing, feeder fish atau udang si Palmas bakalan auto sangar dan langsung ngejar ngejar mangsanya. Dia bakalan aktif kalo cari makan aja hahaha. Mirip kamu ya?

Palmas sendiri juga punya skill keren dalam hal pernafasan, karena mereka punya dua kantong udara di dalam tubuhnya yang mereka gunakan untuk bernafas. Seperti kamu tahu medan di Afrika sana emang sangatlah sulit, makanya ikan ikan disana punya kemampuan yang baik dalam hal pernafasan.

Jadi Palmas bakalan bisa bertahan hidup tanpa aerator. Namun ya baiknya kamu harus ganti air setiap ngeliat airnya udah butek dan bau ya.

Kalo mau awet pelihara ikannya di tempat yang gak langsung kena sinar matahari, karena sinar matahari bakalan numbuhin lumut yang bisa bikin air kotor dan bau.

Palmas suka banget makan sesuatu yang bisa tenggelam seperti cabek, cacing, udang dan sinking pelet.

Nah itu tadi beberapa list ikan yang kuat dan bisa hidup tanpa aerator. Silahkan kamu pilih sendiri mana yang paling tepat dan bisa mencuri hatimu hahahaha. Kalo aku sih jujur lagi ngidam banget pelihara Lungfish, karena keren banget kalo bisa pelihara ikan purba dan langka kaya gitu hehe.

Pelihara ikan tanpa aerator dan filterasi sebenarnya ada bagian gaenaknya sih, karena kamu harus rajin mengganti air setiap airnya kotor, karena tanpa filterasi otomatis airnya bakalan menggenang aja, gak tersaring dan dibersihin oleh filter.

Tapi ya namanya pelihara ikan kamu juga harus tanggung jawab terhadap hidup mereka. Jangan sampe peliharanya asal asalan dan kalo bosen dibuang ke kali ya hehehehe.

Yuk rakit tankmu, dekorasi dengan menarik dan terakhir pilihlah ikan yang paling cocok!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *