Golden Mahseer Si Ikan Rudal Emas Raksasa (Tor Putitora)
Nakama Aquatics – Bentuk ikan bermacam-macam mulai dari yang berbentuk agak lonjong, berbentuk bulat, sampai yang berbentuk seperti rudal. Salah satu ikan dengan bentuk rudal diantaranya adalah ikan Mahseer dan dari sekian banyak ikan Mahseer, ada satu yang cukup populer yaitu Golden Mahseer.
Selain Golden Mahseer, ikan ini punya beberapa nama atau panggilan lain diantaranya Tor putitora, Putitor Mahseer, Himalaya Mahseer, atau Mahseer Emas.
Klasifikasi Ilmiah
Kingdom : Animalia
Filum : Chordata
Kelas : Actinopterygii
Ordo : Cypriniformes
Famili : Cyprinidae
Genus : Tor
Spesies : T. putitora
Nama Latin/Ilmiah : Tor putitora
Bentuk Fisik
Secara fisik ikan Golden Mahseer alias Tor Putitora begitu keren. Ia punya bentuk menyerupai rudal. Dan jelas dengan tubuh seperti ia bisa berenang dengan lincah akibat struktur tubuhnya yang aerodinamis.
Selain itu ikan Golden Mahseer punya sirip ekor, perut, dan duburnya yang tampak berwarna emas kemerahan. Sementara tubuh di atas gurat sisi umumnya berwarna emas saat dewasa alias pas gede. Sementara warna emas mungkin bisa aja tidak kita temukan pada Golden Mahseer yang masih muda.
Mengutip dari peneiliti bernama Hamilton, ia mengatakan bahwa kepala dari ikan ini tumpul, lunjong, kecil, serta halus. Selain mulut kecilnya, ada semacam garis lateral yang jadi salah satu ciri-ciri fisiknya. Meskipun garis lateralnya ini sulit dibedakan.
Ikan ini tidak hanya bagus karena warna emasnya saja, tapi ternyata juga karena ikan ini mendapat predikat sebagai spesies Mahseer terbesar.Bayangkan saja ia dapat tumbuh mencapai panjang 2,75 meter dengan berat 54 kilogram. Sungguh gila. Ikan ini bakal keren kalau kamu punya paludarium, megatank, atau kolam dengan ukuran yang besar. Sebab ia akan berenang dengan gagah dan lincah diantara ikan-ikan lainnya.
Penyebaran wilayah
Soal penyebaran wilayah, ikan Golden Mahseer ini menyebar di di lembah sungai Indus, Gangga dan Brahmaputra serta Drainase Himalaya. Jadi ikan ini cukup jauh dari wilayah Indonesia.
Makanan
Mengutip dari peneilitan berjudul Food and feeding habit of Tor putitora (Hamilton) yang dilakukan oleh Istiaque Hossain di Universitas Rajshahi, hasil penelitian yang telah dilakukan selama sepuluh bulan terhadap jenis dan jumlah makanan yang dikonsumsi oleh Tor putitora (Hamilton) dan pola pemberian makanan dalam kaitannya dengan ukurannya.
Ikan Golden Mahseer ditemukan pada penelitian tersebut sebagai hewan omnivora dengan preferensi makan yang lebih tinggi ke tanaman daripada hewani. Kelompok makanan dominan yang tercatat dalam isi usus adalah Cyanophyceae, Bacillariophyceae dan Chlorophyceae.
Aktivitas makan ikan ini bakal meningkat seiring bertambahnya ukuran ikan. Lalu ikan Golden Mahseer juga menunjukkan bahwa ada beberapa perubahan dalam pola makan saat ikan ini tumbuh. Ikan dengan nama ilmiah Tor putitora ditemukan mengeksplorasi zat makanan dari semua lapisan badan air.
Habitat & Karakteristik
Ikan Golden Mahseer bisa kita temukan di aliran air yang deras, kolam sungai, dan danau di wilayah Himalaya. Jadi dengan mengetahui ini, kita sudah bisa dapat petunjuk bahwa ikan Golden Mahseer suka berenang dan akan jadi perenang aktif apabila dipelihara.
Sebaiknya kamu menyiapkan tempat yang cukup luas atau bahkan kalau bisa berarus agar ikan ini semakin nyaman. Tidak cuman tempat yang luas atau berarus saja, tapi sebaiknya kamu siapkan tempat yang punya air cukup sejuk karena ikan ini dia alamnya mendiami perairan dengan suhu berkisar antara 13 sampai 30 derajat Celcius.
Sayang seribu sayang, di habitatnya, ikan ini dalam keadaan terancam dan tertekan. Hal itu akibat hilangnya habitat, degradasi habitat, ditambah parahnya lagi juga terjadi penangkapan ikan Golden Mahseer yang berlebihan. Maka dari itu jangan heran kalau populasinya turun drastis sampai sekitar 50%.
Tidak waktu lama sejak artikel ini dibuat, ikan Golden Mahseer dilepas ke lembah Sungai Irrawaddy di Nagaland, India. Ikan-ikan tersebut didapat dari hasil pengembangbiakkan secara buatan lewat program bernama “Program Keanaekaragaman Hayati Indo-Jerman”. Mereka dilepaskan juga ke waduk Hira Bambai serta sungai yang kecil di sekitar Cagar Alam Harimau Melghat, bagian dari lembah Sungai Tapti.
Banyak peneliti yang meyakini kalau ikan ini sedang mengalami penurunan dari segi populasinya. Karena itulah ia masuk ke dala IUCN Red List. Walaupun di sisi lain mengatakan juga kalau statusnya ini cukup melimpah di alam, jadi itu bikin kita juga bingung tentang status termasuk program penambahan stok di alamnya tersebut.
Temperamen
Saat ini belum diketahui secara pasti bagaimana temperamen dari ikan Golden Mahseer ini. Tapi melihat karakter ikan sejenis ini, dapat diduga bahwa ia bukan merupakan ikan yang agresif. Apalagi melihat dari struktur mulutnya, ia bukan ikan yang suka mengoyak-ngoyak mangsa.
Catatan khusus
Dalam sebuah penelitian berjudul Domestication of Wild Golden Mahseer (Tor putitora) and hatchery operation (oleh Joshi, P.L., T.B. Gurung, S.R. Basnyat and A.P. Nepal), mengatakan bahwa ikan ini juga bertelur secara alami di kolam yang tergenang dan tidak perlu air yang mengalir untuk perkembangan gonadnya.
Perkembangan gonad bisa saja tertunda saat induk Golden Mahseer terkena air dingin, biasanya dengan suhu air lebih rendah dari 17 derajat Celcius untuk waktu yang lama, hal itu dikutip dari Martyshev, 1983. Harus dipastikan juga mengenai ikan yang sama bertelur dua kali setahun atau tidak. Waktu pemijahan dari ikan Golden Mahseer sedikit berbeda antara yang ada di satu negara ke negara lain tergantung pada kondisi iklimnya.
Di Nepal, ikan dengan nama ilmiah Tor putitora ini bertelur dari April/Mei hingga Agustus/September. Karena ikan membutuhkan suhu air di atas 15°C untuk berkembang biak dan dapat bertahan pada suhu di atas 30-35°C maka tidak boleh disebut ikan air dingin melainkan ikan air hangat, mengutip dari penelitian Food and Agriculture Organization of the United Nation.
