Begini Cara Mengatur Bebatuan di Akuarium African Cichlid-mu

Batu dan Cichlid afrika merupakan sebuah kombinasi yang sulit dipisahkan. Berbeda dengan jenis ikan lain, Cichlid afrika merupakan ikan yang lebih suka dipelihara di dalam sebuah akuarium yang berisi bebatuan, daripada yang berisi tanaman air. Hal itu dikarenakan habitat asli mereka di Danau Tanganyika sana memang lebih terlihat seperti perairan di pinggir pantai daripada di dalam danau.

Lebih banyak bebatuan daripada tanaman, sehingga jenis ikan ini akan lebih damai jika tinggal di sebuah akuarium yang penuh batu. Nah, urusan batu ini juga tidak boleh sembarangan. Pasalnya, menyusun batu di dalam akuarium Cichlid afrika juga ada aturannya.

Bagaimana aturannya ya, apakah harus memakai batu khusus? Mari selediki faktanya di artikel di bawah ini ya!

====================================================

 

  1. Apakah Cichlid afrika membutuhkan batu?

Jika ditanya apakah Cichlid afrika butuh batu, jawabannya sudah pasti iya. Cichlid afrika membutuhkan batu-batu untuk meniru habitat alami mereka. Karena perilaku territorial mereka, batu-batu memberikan mereka tanda batas untuk membatasi wilayah mereka. Jika akuarium tidak memiliki batu-batu, mereka akan menganggap bahwa seluruh tangki adalah wilayah mereka.

Mereka juga menggunakan celah dan gua di antara batu-batu sebagai tempat berlindung saat mereka perlu bersantai, istirahat, atau melarikan diri dari ikan yang lebih besar. Selain itu, batu-batu juga memberikan permukaan yang bagus bagi telur-telur mereka untuk bertemu.

Tidak hanya itu, mereka juga kadang-kadang menggosok-gosokkan diri mereka ke permukaan batu saat mengalami gatal atau infeksi parasit. Batu ini perannya sama seperti tanaman air untuk jenis ikan air tawar lainnya. Bedanya, karena Cichlid afrika hidup di sebuah habitat yang dipenuhi batu, mereka jadi membutuhkannya. Oleh karena itu, penting untuk memberikan mereka habitat yang sesuai dengan mendekorasi akuarium mereka dengan batu-batu.

 

2. Batu apa yang mereka perlukan?

Di habitat alami mereka, ikan yang hidup di dalam gua biasanya hidup di dalam beberapa kaki batu dengan permukaan yang halus dan lembut di bagian bawahnya. Sayangnya, tidak mungkin buat kamu untuk membawa gua bawah danau ke dalam akuarium. Kayaknya, mereka bentuk gua ke dalam akuarium juga cukup sulit dilakukan. Namun, kira-kira jenis batu apa yang sebaiknya dipertimbangkan?

Nah, meskipun dulu batu menjadi salah satu jenis yang paling populer untuk ikan hias tropis, namun popularitasnya sekarang telah menurun. Itulah mengapa batu kapur (limestones) dan dolomit saat ini menjadi yang paling populer, karena kedua batu tersebut tidak hanya sangat praktis tetapi juga sangat baik untuk menjaga kimiawi air yang tepat.

Tapi jika kamu tidak menyukainya, jangan khawatir karena batu biasa atau bahkan batu buatan juga bisa kamu pakai Saat ini, batu-batu berbentuk bulat dengan diameter hingga 11 inci, yang lebih baik berwarna gelap, adalah yang paling direkomendasikan. Untungnya, sebagian besar batu ini dapat ditemukan tidak hanya di toko akuarium tetapi juga di toko-toko kebun.

Namun, pertimbangan penting lainnya adalah jenis batu yang harus dihindari. Aturan pertama dan paling penting adalah menghindari batu-batu yang tajam atau terdeformasi, sehingga memberikan kemungkinan cedera pada hewan peliharaan kita.

Contohnya adalah batu lava, yang merupakan potongan lava yang telah membeku setelah letusan gunung berapi. Meskipun bisa populer di habitat ikan kita sebagai bahan konstruksi dan tempat bersembunyi, tetapi batu lava tetap masuk dalam daftar terlarang karena teksturnya yang keras, tajam, dan sulit diubah bentuknya. Belum lagi sifat porosnya yang menyebabkan Cichlid Afrika bahkan bisa mencoba memakannya.

 

3. Bagaimana cara mengatur batu-batu tersebut?

Langkah pertama dan paling penting adalah memastikan bahwa akuarium Akamu mendapat dukungan beban yang baik. Cara terbaik untuk melakukannya adalah dengan meletakkan tangki pada sebuah rak yang mendukung seluruh bagian dasarnya dengan menyangganya memakai gabus styrofoam. Alas ini membuat beban dari air menjadi disangga, sehingga akuarium-mu tidak akan ambles. Setelah itu, bersihkan semua sisi akuarium kamu, baik di dalam maupun di luar, dan lakukan hal yang sama dengan batu-batunya.

Penting bahwa dalam akuarium Cichlid Afrika, batu-batunya diletakkan terlebih dahulu, bukan dasarnya. Anda dapat meletakkan potongan-potongan di atas satu sama lain, tetapi kamu juga dapat menggunakannya untuk membangun jembatan dan struktur. Sebelum menyelesaikannya, pastikan Anda membuat rencana, karena menggunakan lem akuarium akan menempelkan potongan-potongan secara permanen.

Setelah struktur selesai, pastikan mereka menyediakan cukup ruang dan tempat berlindung untuk hewan peliharaan Anda. Jika kita menilai bahwa mereka memenuhi syarat, kita juga dapat menguji kestabilan bangunan tersebut, untuk melindungi kesehatan ikan kita.

Selain itu, penting untuk berhati-hati dengan berat dan ukuran batu-batu tersebut, karena mereka dapat dengan mudah meretakkan akuarium-mu, bagaikan orang ketiga meretakkan sebuah hubungan.

 

 

4. Bagaimana menyusun batunya?

Cara pengaturan batu bergantung pada jenisnya. Idealnya, jika permukaan batu yang kamu beli relatif halus, kamu memiliki dua pilihan.

Pilihan pertama adalah menyusunnya dalam tumpukan kecil, menumpuknya dengan rapi di atas satu sama lain untuk menciptakan apa yang hampir seperti tumpukan puing-puing kecil. Ini digunakan terutama untuk tujuan dekoratif, karena celah dan gua yang tercipta tidak akan memberikan ruang yang cukup bagi ikan untuk bersembunyi dan berkembang biak.

Pilihan kedua adalah menggunakan lem akuarium atau lem silikon. Namun, ini hanya digunakan dalam versi akhir, karena lem tersebut sangat kuat sehingga setelah diaplikasikan, batu-batunya akan tetap seperti itu secara permanen. Hal ini juga penting karena beberapa ikan mungkin memerlukan perpindahan batu-batu tersebut karena alasan territorial. Namun, setelah di-lem-kan bersama, Anda mungkin perlu memilih yang baru untuk menggantikannya.

Mulailah dengan membuat dasar yang luas dan kokoh serta meletakkannya dengan mantap di dasar akuarium, sebelum menambahkan pasir atau kerikil sebagai dasar. Terakhir, letakkan substrat di atasnya. Kemudian secara bertahap letakkan batu-batu di atasnya, dengan berhati-hati memastikan setiap potongan sangat stabil.

Kamu dapat memeriksa kestabilan setiap batu dengan menekannya di berbagai titik. Dengan cara ini, jika batu jatuh, kita tahu dengan jelas bahwa kita perlu menyesuaikan strategi kita. Saat memasang batu ke atas, cobalah untuk meletakkan batu-batu yang lebih tipis dan lebih kecil di atas tumpukan. Pastikan bahwa rongga yang Anda buat cukup besar bagi ikan, dan bahwa batu-batu tersebut tidak menyentuh dan memberi beban pada kaca akuarium.

 

Kesimpulan:

Batu-batu adalah bagian penting dari kehidupan Cichlid afrika. Penting untuk menemukan bentuk yang paling cocok dan tepat, dan kemudian menempatkannya di akuarium untuk menciptakan habitat terbaik dan paling nyaman mungkin. Kamu tetap juga harus hati-hati, karena batu selain bisa membuat akuarium-mu pecah, juga bisa melukai tanganmu. Gunakan sarung tangan saat mendekorasi batunya ya!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *