Nakama Aquatics – Sejak 2 tahun yang lalu, ikan predator menjadi semakin ramai peminat, apalagi ditambah dengan momen pandemi sekaligus influencer yang secara tidak langsung membuat orang untuk semakin ingin mencoba pelihara ikan predator.
Dan beberapa diantaranya pun mulai dari Irfan Hakim, Lucky Hakim, Jamm Vlog, Giovandi Suhendi, sampai dengan Iqbalizda, dan masih banyak lagi juga ikuti ‘meracuni’ masyarakat dengan tank beserta ikan-ikan predator miliknya.
Banyak orang baik itu yang memang penghobi ataupun orang awam yang ingin mencoba, mulai semakin intens merawat ikan predator. Baik itu skala kecil sampai yang skalanya besar seperti megatank. Ikan predator punya tantangannya tersendiri, dari namanya saja yaitu predator, sudah pasti yang diwaspadai adalah sifatnya yang mampu memakan ikan-ikan lainnya.
Semenjak hadirnya megatank, apalagi ditambah hiruk pikuk serunya pelihara ikan predator secara Comtank atau singkatan dari Community Tank, dimana hal itu merujuk pada ikan predator dengan berbagai jenis dipelihara dalam satu tank atau akuarium. Tantangan terberatnya adalah menjaga ikan-ikan predator tersebut agar tidak usil, mengganggu, atau bahkan memangsa satu sama lain.
Lalu seperti apa tips agar ikan predator aman dan tidak memangsa ketika dijadikan ikan dalam sbeuah comtank atau Community Tank? Yuk simak 5 tips berikut!
1. Pilih ukuran ikan yang sepadan
Yang pertama adalah kamu bisa memilih ikan predator yang ukurannya sepadan. Sepadan itu kurang lebih setara. Kamu tidak harus merawat mereka dengan ukuran yang sama persis alias “sebelas-dua belas”. Misal, kamu ingin menggabungkan ikan Oscar dan juga ikan Peacock Bass.
Tentu kedua ikan tersebut sangat mungkin untuk digabung. Kamu bisa memelihara ikan Oscar berukuran 15 cm dengan Peacock Bass berukuran 20 cm. Dengan begitu antara ikan Oscar maupun Peacock Bass akan sulit untuk memangsa satu sama lain.
Meskipn bisa saja sesekali mereka jahil kesana-kemari, tapi paling tidak dengan ukuran yang sepadan, hal itu bisa diminimalisir. Patokannya sebenarnya ada yang berdasarkan ukuran mulut, ada juga yang berdasarkan badan dari ikan lain.
Kalau mau aman memang patokannya berdasarkan badan ikan predator lainnya. Tapi ada juga justru ikan predator yang lebih aman ketika mereka dipelihara sepadan tapi ukurannya lebih kecil.
2. Perhatikan karakteristik ikan
Yang kedua adalah kamu perlu untuk memperhatikan karakteristik ikan predator yang digabung ke dalam comtank atau Community Tank. Karakter ikan air tawar tentu berbeda-beda apalagi ikan yang punay julukan sebagai ikan predator.
Tipe memakan ikan predator ada yang mengoyak-ngoyak mangsanya, ada yang menggigit sampai cuil, sampai ada pula yang melahap secara langsung. Contoh ikan predator yang melahap mangsanya secara langsung adalah ikan Red Tail Catfish dan juga Peacock Bass.
Sedangkan ikan yang mengoyak-ngoyak mangsa biasanya punya gigi yang cenderung tajam menyerupai pisau seperti Piranha ataupun Goliath Tigerfish. Dengan kita mengetahui karakter ikan predator tersebut, maka kita akan tahu juga potensi ke depannya seperti apa.
Ketika ada suatu tragedi seperti sirip cuil, atau ekor robek, maka kita paling tidak sudah bisa menduga mana yang menjadi pelakunya sehingga bisa segera ditangani atau bahkan diantisipasi.
3. Rutin kasih makan ikan
Kemudian yang berikutnya adalah kamu perlu untuk memberi makan ikan predator secara rutin sesuai menu makan mereka. Makana ikan predator bermacam-macam, ada yang suka diberi ikan-ikan kecil, udang-udangan, cacing beku, sampai dengan pelet pun juga ada.
Yang terpenting adalah dengna kamu memberi makan secara rutin, kemungkinan ikan predator tersebut lapar akan sangat kecil. Karena ketika kamu memberi makan secara rutin, maka ia akan cenderung kenyang setiap saat. Bukan kekenyangan ya, tapi kenyang dalam artian cukup makan.
Biasanya ikan predator yang perutnya sudah terisi akan cenderung enggan untuk memangsa bahkan sekedar jahil ke ikan lain, yang ada ikan predator tersebut justru mager. Kecuali ada beberapa ikan yang tidak ada kapok-kapoknya melahap ikan lain meskipun sudah kenyang, seperti ikan Red Tail Catfish.
Kamu bisa memberi makan mereka 2 kali sehari, 3 kali sehari, 3 kali seminggu, atau jadwal lainnya. Karena itu semua tergantung dari jenis ikan predator dan jumlah mereka, serta ukurannya.
4. Perluas ruang tank ikan
Selanjutnya yang keempat adalah kamu perlu memperluas ruang dari tempat dipelihara ikan predator tersebut. Ruang tempat disini bisa berarti kolam ataupun akuarium. Ada berbagai ukuran dari tempat community tank ikan predator kamu mulai dari yang 1 meter, 1,5 meter, sampai yang 3 meter pun juga ada. Tentu itu tergantung juga dari ruangan yang kamu punya.
Apabila ruang kosong atau halaman yang kamu punya hanya tersedia sekitar 2 meter, maka kamu bisa optimalkan ruangan tersebut. Dan tentunya kamu harus sadar diri juga terkait jenis ikan predator. Ada ikan predator yang ia bisa tumbuh sangat besar, ada juga yang biasa saja, dan ada yang cukup kecil.
Kamu bisa sesuaikan berdasarkan kapasitas. Jadi dengan kamu memperluas ruang tank ikan predator dari community tank tersebut, harapannya ikan predator tersebut masing-masing kebagian teritorial di spot-spotnya. Entah itu spotnya berada di sebuah dekorasi atau berdasarkan letaknya terhadap permukaan air.
Sebagai contoh misal ada jenis Catfish yang kamu pelihara, ia cenderung sembunyi di batu-batuan. Yang satunya lagi yaitu sejenis ikan Alligator, ia berada di dekat permukaan air. Yang mana keduanya punya teritorial yang cukup jauh.
5. Sering dipantau
Terakhir yang kelima, kamu bisa memantau ikan predator yang ada di Community Tank kamu dengan seksama. Kamu bisa perhatikan setiap gerak-gerik mereka, apakah ada yang jahil, apakah ada yang suka mengejar-ngejar, apakah ada yang rusuh, dan lain sebagainya. Bahkan ketika ada yang terluka pun, kamu bisa segera menolong ikan predator yang terluka tersebut, misal dengan memisahkannya dari yang lain.
Itu semua hanya bisa diperoleh ketika kamu sering memantau comtank atau community tank dari ikan predator kamu. Community tank memang wajar apabila ada gesekan-gesekan, yang kadang membuat ikan luka atau bahkan stres.
Maka dari itu penting untuk kamu memantau sekitar 1 hari sekali, atau minimal 2 hari sekali. Dalam kasus ini, misal kamu adalah seorang juragan yang punya keeper khusus atau pembantu rumah tangga yang membantu dalam mengurusi ikan predator. Kamu tetap perlu andil setidaknya mengawasi sesekali secara rutin.
Dengan kelima tips tersebut, semog akamu bisa mewujudkan impian kamu dengan community tank ikan predator yang berisikan seperti Alligator Gar, Oscar, Red Tail Catfish, Tiger Shovelnose Catfish, Goliath Tigerfish, Payara Armatus, Tiger Datz, dan masih banyak lagi. Semoga bermanfaat ya!

