Predator Rusuh! Inilah 5 Jenis Peacock Bass yang Paling Populer di Indonesia

Nakama Aquatics – Ikan predator yang satu ini tentu sudah tidak asing lagi di telinga kamu. Yup, ikan ini adalah ikan Peacock Bass, si ikan unik berbentuk roket dengan mulut yang cukup besar. Ikan predatorini merupakan salah satu ikan terbesar dalam famili Cichlidae.

Perlu diketahui bahwa ikan ini menjadi favorit di kalangan pemula hingga tingkat master sekalipun. Mengingat dari sisi harga ada yang terjangkau, namun juga ada yang sulit dijangkau sehingga menambah gengsi bagi yang memilikinya. Jika kita perhatikan, terdapat corak di badan ikan Peacock Bass. Nah, semakin bagus dan cerah corak tersebut maka harga Peacock Bass akan semakin mahal.

Ikan Peacock Bass termasuk dalam kategori ikan tipe tengah atau disebut “Middle Range”. Sebenarnya, fungsi dari ikan predator tipe tengah adalah membantu membersihkan makanan yang posisinya tanggung (di bawah enggak, di atas juga enggak, artinya berada di tengah-tengah). Ada juga fungsi lain yaitu untuk meramaikan akuarium sehingga terlihat lebih ramai (Karena buat apa area atas dan bawah ramai tapi di tengah-tengahnya malah sepi?).

Ternyata dari sekian banyak jenis ikan Peacock Bass, terdapat 5 yang paling menakjubkan dan populer di kalangan pecinta ikan predator Indonesia. Apa saja itu? Simak yuk.

1. Peacock Bass Monoculus

Pada urutan yang pertama ada Peacock Bass Monoculus. Ikan ini memiliki nama latin Cichla monoculus. Peacock Bass ini memang yang paling populer di Indonesia, harganya yang murah membuatnya mudah dijangkau oleh masyarakat.

Ciri khas Peacock Bass Monoculus sendiri adalah tonjolan di dahinya serta sirip atasnya yang berwarna hitam merembet hingga badannya bagian atas.

Ikan ini dijuluki sebagai “Si roket dengan wajah manusia”. Julukan tersebut tentu bukan tanpa alasan. Bentolan atau tonjolan di dahinya yang membuat kepala Peacock Bass Monoculus seolah-olah seperti wajah manusia. Sedangkan disebut roket karena keseluruhan tubuhnya yang menyerupai bentuk sebuah roket.

Peacock Bass Monoculus pernah ditemukan mencapai ukuran panjang 70 cm dengan berat 9 kg. Penyebarannya juga cukup luas yaitu mencakup Peru, Brasil, dan Kolombia.

2. Peacock Bass Blue Azul

Kemudian yang berikutnya adalah Peacock Bass Blue Azul. Ikan ini memiliki nama latin Cichla piquiti. Buat kamu yang senang dengan warna biru, mungkin ikan yang satu ini akan sangat cocok dengan kamu. Ikan ini memiliki ciri khas yaitu warna biru pada bagian sirip atas dan juga ekor di bagian pinggirnya.

Soal harga, meski cukup menguras isi dompet, namun masih dalam batasan yang wajar untuk sekelas ikan predator pada umumnya. Oleh karena itu, soal popularitas Peacock Bass Blue Azul masih bisa menyaingi Peacock Bass Monoculus. Dengan sirip bagian atas dan bagian pinggir pada ekornya yang berwarna biru, ikan ini patut dijuluki sebagai “Si roket bersirip biru”.

Dan tahukah kamu? Berdasarkan jurnal dari S.O. Kullander dan E.J.G. Ferreira pada tahun 2006, ikan yang memiliki nama latin Cichla Piquiti ini mampu tumbuh mencapai panjang 43 cm. Ikan dengan sirip dan ekor yang berwarna biru ini menyebar dari utara Amerika Selatan di kolombia, Venezuela, Guianas, hingga Brasil.

3. Peacock Bass Orinoco

Selanjutnya adalah Peacock Bass Orinoco. Ikan ini memiliki nama latin/ilmiah Cichla orinocensis. Ciri khas ikan ini adalah adanya tiga pola yang sangat jelas tersusun secara vertikal di kedua sisi tubuhnya.

Peacock Bass Orinoco biasanya dijuluki sebagai “Si roket berwarna hijau yang agresif”. Mengapa dijuluki dengan warna hijau? Karena dilihat dari ciri-ciri Peacock Bass Orinoco, ikan ini memiliki warna kehijauan di sekujur tubuhnya. Meskipun terdapat warna kuning maupun keemasan, warna yang dominan tetaplah hijau.

Ternyata ada rekor mengkalim bahwa Peacock Bass Orinoco mampu tumbuh mencapai 60 cm dengan berat 6,22 kg. Ternyata cukup besar juga ya? Hampir mirip seperti Peacock Bass Monoculus yang mampu tumbuh mencapai 70 cm.

Oh iya, perlu diketahui bahwa ikan ini termasuk ikan yang agresif dan teritorial. Sehingga kamu disarankan untuk berpikir dua kali sebelum menggabungkannya dengan ikan yang lain.

4. Peacock Bass Kelberi

Berikutnya yang keempat adalah Peacock Bass Kelberi. Siapa sih yang tidak mengenal Peacock Bass Kelberi? Ikan dengan nama latin Cichla kelberi ini ternyata juga tidak kalah populernya loh dibandingkan dengan nama-nama yang sudah disebutkan di atas.

Untuk mengenali ikan ini pun juga relatif mudah, ciri khas Peacock Bass Kelberi adalah tubuhnya yang berwarna kuning keemasan dengan bintik-bintik di bagian atas pada kedua sisinya.

Ikan pantas mendapat julukan “Si roket berlapis emas”. Mengapa ada julukan berlapis emas? Dilihat dari ciri khas badannya yang berwarna kuning dan menyerupai warna emas, maka ikan ini pantas mendapatkannya. Soal ukuran, Peacock Bass Kelberi mampu tumbuh mencapai 39 cm dengan berat 730 g.

Penyebaran wilayah ikan ini tidak terlalu luas, yaitu hanya berada di Brasil saja. Berbeda dibandingkan nama-nama yang sudah disebutkan sebelumnya, dimana mereka menyebar di beberapa daerah atau negara. Bagi kamu yang menyukai suasana mewah, maka Peacock Bass Kelberi sangat cocok karena memiliki warna kuning keemasan.

5. Peacock Bass Temensis

Siapa sih yang tidak mengenal Peacock Bass Temensis? Ya, ikan ini paling mudah dikenali karena ciri khasnya yaitu bintik-bintik mutiara yang menghiasi sekujur tubuhnya, dengan warna tubuhnya yang gelap maka akan semakin kontras dengan pola bintik-bintik mutiaranya.

Ikan ini memiliki nama latin/ilmiah Cichla temensis. Selain nama ilmiah, ikan ini juga punya beberapa nama lain seperti Speckled Peacock Bass, Speckled Pavon, Painted Pavon, dan Three-Barred Peacock Bass. Soal ukuran, ikan ini termasuk jenis Peacock Bass yang paling besar di Amerika Selatan. Di alam liar, ikan ini mampu tumbuh mencapai panjang 1 m dengan berat hingga 13 kg.

Peacock Bass Temensis cukup populer juga di kalangan pecinta ikan predator di Indonesia, hampir seperti Peacock Bass Blue Azul. Harganya pun juga mirip dengan Peacock Bass Blue Azul.

Ikan ini menyebar mulai dari Brasil, Venezuela, dan Guyana. Wow ternyata Peacock Bass Temensis cukup luas juga ya penyebaran wilayahnya. Perlu diingat bahwa pusat populasi ikan ini berada di Sungai Amazon.

Peacock Bass Temensis memiliki julukan yaitu “Si roket terbesar berbintik mutiara”. Ya, julukan ini memang sangat cocok menggambarkan fisiknya yang termasuk sebagai jenis Peacock Bass terbesar di Amerika Selatan. Selain itu, bintik-bintik mutiara dan warna tubuhnya yang gelap semakin membuat ikan ini cocok dengan julukannya.

Dan itulah kelima jenis Peacock Bass yang menurut Nakama Aquatics paling menakjubkan dan populer di kalangan pecinta ikan predator di Indonesia. Kamu punya pendapat lain kira-kira Peacock Bass apa yang sebenarnya pantas masuk ke salah satu dari 5 nama di atas? Silahkan sampaikan melalui kolom komentar ya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *