Buaya Air Asin Si Reptil Terbesar di Bumi Saat Ini

Nakama Aquatics – Buaya Air Asin merupakan jenis buaya paling besar di dunia. Buaya ini sering juga disebut sebagai Buaya muara, Buaya laut, Buaya Indo-Australia, bahkan Buaya pemakan manusia, dan berbagai nama lokal lainnya.

Buaya ini diberi nama demikian karena memang tidak hanya hidup di sungai-sungai, tapi juga banyak hidup di dekat laut atau muara.

Wah mengerikan ya? Lalu seperti apa sih seluk beluk dari Buaya Air Asin ini? Kamu penasaran? Yuk simak berikut!!


Klasifikasi Ilmiah

Kingdom : Animalia

Filum : Chordata

Kelas : Reptilia

Ordo : Crocodilia

Famili : Crocodylidae

Genus : Crocodylus

Spesies : C. porosus

Nama Latin/Ilmiah : Crocodylus porosus



Sumber gambar : flickr.com

Bentuk Fisik

Sumber gambar : flickr.com

Kalau kamu melihat secara seksama, maka tampak Buaya Air Asin ini memiliki moncong yang lebih lebar dibandingkan dengan buaya lainnya.

Buaya Air Asin muda berwarna kuning pucat dengan garis-garis hitam dan bintik-bintik di tubuh dan ekornya. Warna ini akan bertahan beberapa tahun sampai Buaya Air Asin menjadi dewasa.

Ketika beranjak dewasa, warna Buaya Air Asin akan menjadi hijau kegelapan. Kalaupun ada variasi lain, biasanya cirinya adalah warna kulitnya cenderung lebih pucat.

Lalu seperti yang sudah disinggung sebelumnya kalau Buaya Air Asin ini merupakan reptil terbesar di bumi untuk saat ini. Dilansir National Geographic, rata-rata panjang Buaya Muara jantan adalah sekitar 5 meter dengan bobot 454 kg. Sementara itu, Buaya Muara dengan panjang sekitar 7 meter dan bobot tubuh 998 kg pun gak jarang ditemukan. Di antara jenis buaya yang lain, buaya air asin merupakan yang terbesar.

World Atlas bahkan menyebut bahwa hewan ini merupakan reptil terbesar di bumi saat ini. Situs itu juga menjelaskan bahwa Buaya Air Asin juga merupakan predator terbesar di darat dan tepi pantai.

.

Penyebaran wilayah

Sumber gambar : vajiramias.com

Buaya Air Asin memiliki toleransi tinggi terhadap salinitas. Reptil satu ini pun memiliki range habitat yang luas, yaitu di daerah-daerah air payau dan air tawar di India Timur, Australia Utara, dan Asia Tenggara termasuk Indonesia.

Karena kemampuannya untuk hidup di lautan terbuka dalam jangka waktu yang lama, buaya air asin dapat menyeberangi hamparan laut yang luas untuk mencapai daerah baru. Gak heran, populasi mereka tersebar luas di daerah-daerah lainnya seperti Kepulauan Pasifik, Fiji, dan Papua Nugini.

Makanan

Sumber gambar : flickr.com

Buaya Air Asin bisa memakan apa saja yang ada di sekitarnya dan bisa masuk ke rahang mereka, termasuk burung, kerbau, walabi, monyet, sapi, babi hutan, kepiting, ikan, kura-kura dan hiu.

Mereka merupakan predator oportunistik yang hiper-karnivor, dengan fleksibilitas penyesuaian makanan tergantung makanan yang tersedia. Buaya ini juga bisa tetap hidup dengan ketersediaan makanan yang sangat sedikit.

Dengan sifatnya yang ganas dan agresif, mereka juga bisa memangsa manusia yang sedang berada di dalam perahu. Semakin kecil perahunya, semakin besar risikonya untuk diterkam buaya tersebut.

Dalam mencari mangsa, Buaya Air Asin akan bersembunyi dengan sabar di bawah permukaan dekat tepi air. Mereka menunggu mangsa potensial untuk mendekati mereka.

Serangan mereka bahkan dikenal sebagai “gulungan kematian”. Setelah mengawasi mangsa dari bawah air, Buaya Air Asin akan menyergap dan menyeret mereka dengan cepat ke dalam air.

Seretan yang mereka buat dirancang untuk menghilangkan keseimbangan mangsa berukuran besar, sehingga memungkinkan mangsa tersebut terseret ke dalam air dengan mudah. Ketika ada sekumpulan mangsa dalam jumlah besar, Buaya Air Asin akan menggulung tubuh mereka di bawah air untuk mengacaukan mangsanya sehingga membuatnya lebih mudah dikonsumsi.

Habitat & Karakteristik

Sumber gambar : flickr.com

Migrasi musiman sering terjadi di antara Buaya Air Asin. Ketika musim hujan, mereka biasanya menghabiskan waktunya di sungai dan rawa air tawar. Saat musim kemarau tiba, mereka pindah ke muara dan danau, kadang-kadang juga menjelajah ke laut.

Buaya Air Asin merupakan perenang yang sangat baik sehingga kadang buaya ini terlihat jauh di laut. Dikutip dari discoverwildlife.com, buaya ini bahkan bisa menempuh jarak di laut hingga sejauh 900 km.

Meski buaya ini bisa menghabiskan banyak waktunya di air asin, buaya jenis ini tidak bisa disebut reptil laut seperti halnya penyu. Ini karena buaya ini tetap bergantung pada tanah untuk makanan dan air.

Oh iya, mereka bisa bertahan di dalam air selama lebih dari satu jam karena mereka mampu mengurangi detak jantungnya menjadi 2 hingga 3 detak saja per menit. Dengan begitu, mereka dapat menunggu di bawah air sampai mereka melihat dan mendapatkan mangsanya.

Buaya Air Asin di Australia mematikan hanya separuh otak mereka selama tidur, menjaga separuh lainnya waspada terhadap bahaya. Sistem saraf pusat yang kompleks membuat mata kanan tetap terbuka ketika sisi kiri otak terjaga, dan begitu juga sebaliknya.

Buaya Air Asin dapat membuka mulutnya selama masih berada di bawah permukaan air tanpa takut tenggelam. Ini karena hewan tersebut memiliki katup khusus di bagian bawah mulut yang dapat menghentikan air masuk ke tenggorokan.

Buaya masih dapat menggigit mangsanya di bawah air dengan membuka mulutnya. Bahkan, sebagian besar serangan buaya terjadi dengan cara ini.

Reproduksi

Sumber gambar : flickr.com

Berbicara soal reproduksi, Buaya Air Asin betina akan bertelur sekitar 50 telur di sarang kecil yang membusuk di atas garis banjir selama musim hujan.

Si betina ini bakal menjaga telur selama periode inkubasi, biasanya sekitar 12 minggu. Setelah telur itu menetas, ia akan membantu anak-anaknya mencapai air dan akan menjaga mereka sampai mereka bubar selama beberapa minggu berikutnya.

Catatan khusus

Sumber gambar : flickr.com

Ada fakta menarik juga nih yang perlu kamu ketahui, bahwa Buaya Air Asin memiliki rentang hidup yang panjang. Banyak buaya Air Asin yang hidup hingga lebih dari 65 tahun, lebih lama daripada spesies buaya lainnya.

Di penangkaran, bahkan ada beberapa laporan buaya air asin dengan umur lebih dari 100 tahun. Di sisi lain, kematian bayi buaya air asin tergolong sangat tinggi karena predasi yang besar. Faktanya, hanya 1 persen dari buaya air asin yang baru lahir yang dapat bertahan hingga dewasa.



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *