7 Tips Mudah Merawat Ikan Koki Khusus Pemula Supaya Nggak mati Terus!!

Nakama Aquatics – Kamu tahu ikan Koki? Saking populernya ikan Koki, harusnya kamu tahu ya. Memelihara ikan mas koki merupakan aktivitas yang menyenangkan. Selain bentuknya yang cantik, ikan ini juga memiliki banyak penggemar. Akan tetapi dibalik itu semua ternyata ikan Koki sulit dipelihara apalagi buat para pemula yang baru terjun ke dunia perikanan.

Hal itu disebabkan karena ikan Koki tergolong ikan hias air tawar yang mudah sekali mati. Sehingga untuk merawatnya membutuhkan perawatan yang ekstra. Mulai dari kebersihan akuarium, kualitas air, makanan ikan Koki dan lain sebagainya.

Lalu, bagaimana cara memelihara ikan Koki agar sehat dan tidak mudah mati? Kali ini akan kita bahas dalam 7 poin, yuk simak berikut!!

1. Menyediakan wadah akuarium/kolam

Tips pertama yang harus kamu lakukan saat merawat ikan Koki adalah menyiapkan tempat tinggal alias wadah. Pada dasarnya ikan Koki hidup di alam luas yang terbuka. Sehingga sangat cocok bila ia dipelihara di kolam. Tapi jika kamu memilih merawat ikan Koki di dalam akuarium sebaiknya membuat akuarium yang mirip seperti habitat aslinya, tinggi dan luas.

Sebab apabila kamu membuat akuarium yang tidak seperti habitat aslinya yaitu sempit dan kecil, bisa-bisa resiko kematiannya akan semakin tinggi dan pertumbuhannya jadi lambat. Ukuran akuarium dari volume air yang ideal adalah 38-55 liter per ekor.

Setiap ingin menambah jumlah ikan, sebaiknya airnya ditambah 38 liter per satu ikan Koki. Jika tidak, akan mengakibatkan penumpukan kotoran ikan yang tidak seimbang dengan volume airnya. Sehingga air gampang keruh dan ikan mudah stres

Disarankan untuk menyiapkan tutup akuarium agar ikan tidak lompat keluar dan bisa berguna jika ingin ditambahkan lampu. Tutup bisa berupa kayu atau triplek.

2. Memberi alas akuarium gravel atau krikil khusus

Lalu tips yang kedua adalah memberi alas akuarium gravel atau krikil khusus. Kenapa harus pakai seperti itu? Jadi begini, untuk menambah kemiripan dari habitat aslinya kamu bisa menambahkan alas akuarium berupa gravel. Akan tetapi diusahakan gravelnya berukuran agak besar, jangan yang halus atau kecil supaya tidak tertelan ikan Koki.

Sebelum dimasukkan ke dalam wadah sebaiknya gravel direndam terlebih dulu selama 2 malam biar tidak terjadi kontaminasi bahan berbahaya serta tidak boleh dicuci dengan deterjen. Selain gravel beri juga alas berupa kerikil atau batu kecil. Karena kerikil tidak mempengaruhi tingkat keasaman pada akuarium.

3. Menambah lampu akuarium

Berikutnya tips yang ketiga adalam soal menambah lampu akuarium. Cahaya lampu berfungsi sebagai penghantar panas. Umumnya lampu yang dipakai adalah lampu led atau pijar redup dan bukan pijar yang berwarna putih, sebab cahayanya terlalu panas. Pemakaiannya cukup 10 jam, sebagaimana siklus cahaya pada siang hari.

4. Memasang aerator dan filter pada akuarium

Selanjutnya tips yang keempat yaitu memasang penyaring kotoran atau filter pada aquarium. Alat ini memiliki peran penting dalam menjaga kualitas air tetap bersih. Jika kualitas air tetap bersih, maka ikan akan selalu sehat dan terhindar dari berbagai parasit berbahaya.

Namun, sebaliknya bila tidak dipasang filter, maka kotoran akan menumpuk di air sehingga menjadi keruh kemudian amonia di dalamnya meningkat drastis. Benar kan? Kamu setuju dengan hal ini?

Selain filter, kamu juga bisa memasang alat aerator supaya dapat mengalirkan udara di air yang nantinya menjadi oksigen. Sehingga ikan Koki merasa nyaman seperti tinggal di habitat aslinya.

5. Memberi tanaman air

Tips yang kelima adalah memberi tanaman air. Tuanaman air sangat cocok bagi pemelihara ikan Koki di kolam. Menurut para ahli, tanaman air mampu memberikan manfaat yang bagus untuk perkembangan ikan Koki. Tapi kamu wajib memperhatikan kondisi tanaman airnya.

Apakah tanaman airnya berkembang dengan baik atau tidak. Jika tanaman airnya mati maka sebaiknya langsung dibuang agar tidak termakan ikan dan meracuninya.

6. Menguras air akuarium

Nah tips yang keenam ini tidak kalah penting yaitu menguras air akuarium. Meski akuarium sudah dilengkapi alat penyaring (filter), kamu tetap harus menguras airnya ya. Hal ini demi menjaga kualitas air.

Caranya mudah. Kuraslah air akuarium dengan gayung, sisakan 1/3 air di dalam akuarium. Jangan dikuras semuanya, karena bisa mengakibatkan si ikan Koki stres. Setelah itu, masukan air secara perlahan. Gunakan piring sebagai alat bantu agar air yang kita masukkan tidak merusak dekorasi akuarium. Letakkan piring di atas akuarium (sambil dipegang dengan tangan kiri). Ambil air menggunakan gayung, lalu siramkan air di atas piring. Sehingga air tidak langsung masuk ke dalam akuarium. Dengan begitu akuarium kembali dipenuhi air tanpa merusak dekorasinya.

Kuraslah paling tidak 2 kali dalam sebulan. Akan tetapi semua tergantung pada kondisi air, kalau dirasa sudah kotor langsung saja dikuras.

7. Makanan ikan Koki

Tips yang terakhir adalah tentang pemberian makanan ikan Koki. Makanan merupakan faktor utama kesehatan dan pertumbuhan si ikan. Setiap jenis makanan memiliki kandungan gizi, protein dan nutrisi yang berbeda. Tapi untuk ikan Koki sendiri sebenarnya hanya membutuhkan pakan yang mengandung protein tinggi serta gizi yang seimbang.

Agar ikan cepat besar, mungkin kamu perlu memberi pakan setiap hari dan memilih jenis makanan yang mengandung protein lebih tinggi.

Perhatikan!! Sebaiknya kamu memberi makan ikan Koki sedikit demi sedikit tapi habis ya. Daripada kamu memberi makan sekaligus banyak namun ikan Koki tersebut tidak memakan semuanya. Sehingga makanan tersisa dan mengakibatkan air akuariumnya jadi kotor. Apalagi jika kamu memberi makan jenis pelet.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *