Air di Akuarium Terlihat Bening dan Jernih? Jangan Tertipu!

Nakama Aquatics – Anda pernah melihat air di akuarium Anda terlihat bening dan berpikir air tersebut aman serta baik-baik saja? Jangan mudah tertipu, air yang bening ternyata belum tentu aman bagi ikan yang ada di dalamnya.

 

Berawal dari mindset yang salah

Ketika kita sedang santai dan menikmati ikan berenang kesana-kemari dengan begitu jelas, tentu kita bisa melihat ikan tersebut dengan jelas karena air yang jernih bukan? Tapi apakah air yang jernih itu air yang bersih? Tidak! Sama sekali tidak! Ini yang terkadang banyak orang salah kaprah menganggap bahwa air yang jernih itu berarti air yang bersih.

Air Di Akuarium Terlihat Bening Dan Jernih? Jangan Tertipu!Padahal ada yang namanya pH, yaitu derajat keasamaan yang digunakan untuk menyatakan tingkat keasaman dan kebasaan yang ada di air akuarium. Dan hal tersebut ternyata tidak berpengaruh terhadap sama sekali terhadap seberapa jernihnya air.

Bukti tersebut diperkuat dengan adanya kasus “Bom Amonia”, dimana tingkat kandungan amonia sudah melebihi batas maksimal sehingga  amonia tersebut mengancam nyawa ikan dan terjadilah peristiwa “Sudden Death”. Sudden Death adalah kondisi dimana ikan yang awalnya baik-baik saja, tapi tiba-tiba ikan tersebut mati dalam sekejap.

Itu semua diakibatkan amonia yang mengakibatkan pH air menjadi basa. Dan perlu diketahui bahwa ketika pH air menjadi basa, seberapa jernih serta berning air tidak akan berpengaruh. Jadi pastikan Anda tidak tertipu dengan hal ini.

 

Apa dampaknya bagi ikan?
Tentu sangat berbahaya apabila kita meremehkan hal tersebut. Sebab cepat atau lambat, kualitas air akan berkurang dan tentunya lama-kelamaan akan menjadi racun bagi ikan. Nah ketika kadar racun sudah semakin menumpuk, racun tersebut akan selalu siap mengancam nyawa bagi ikan kapanpun.
Beberapa jenis ikan ada yang sangat sensitif terhadap amonia seperti ikan Pari, Peacock Bass, hingga Arwana. Tentu sayang bukan jika ikan semahal mereka harus mati sia-sia? Jika sudah mati, apa bisa kita menghidupkannya kembali? Tentu tidak bukan?
Untuk itu ada hal yang harus Anda lakukan agar tidak tertipu dengan air akuarium yang sebenarnya jernih dan bening, padahal sangat berbahaya serta beracun bagi ikan.


Hal yang sebaiknya Anda lakukan 

Anda langsung saja menyiapkan pH meter untuk mengukur pH air di akuarium Anda. Ukuran pH air yang ideal untuk ikan secara umum adalah 6 sampai 7,5. Jika kurang atau melebihi dari rentang 6 sampai 7,5 maka yang harus Anda lakukan adalah menguras air akuarium. Menguras air pun tidak bisa sembarangan, Anda hanya perlu menggantinya sekitar 20-30% dari volume total. Mengapa tidak semuanya? Bukannya lebih bagus apabila diganti semua dengan air baru? Sehingga lebih segar dan pH air tentu masih stabil dan netral (kisaran angka 7).

Salah! Salah besar! Justru dengan mengganti seluruh volume air maka yang terjadi ikan malah kaget dengan perubahan pH yang begitu drastis. Ketika ikan kaget itulah akan berdampak mulai dari stress, tidak mau makan, bahkan hingga mati secara perlahan. Maka dari itu disarankan untuk menguras air hanya sebagian kecil dari total volume air.

Air Akuarium Yang Jernih Belum Tentu AmanSumber gambar : Himawan Bagus

Selain dengan cara menguras air, Anda juga bisa menggunakan daun ketapang. Mungkin ada yang bertanya, apa itu ketapang? Ketapang adalah sejenis pohon tepi pantai yang rindang. Biasanya daun dari ketapang memang populer untuk mengatasi kualitas air.  Fungsi dari daun ketapang sendiri adalah dapat menurunkan pH air. Dan tahukah Anda? Kebanyakan perairan tawar di daerah tropis memiliki air yang berwarna gelap kecoklat-coklatan yang disebabkan oleh daun ketapang.  Jadi cocok kan? Ketika amonia membawa masalah dengan menaikkan pH air sehingga membahayakan nyawa ikan. Ternyata ada daun ketapang yang mampu menurunkan pH air sehingga menjadi lebih aman bagi ikan kesayangan Anda. Nah itulah ulasan tentang air akuarium yang jernih dan bening sebenarnya belum tentu aman juga bagi ikan. Anda perlu mengeck atau melakukan validasi. Sekian dan terima kasih. Jika Anda merasa artikel ini bermanfaat, silahkan share kepada kerabat-kerabat terdekat Anda.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *